Minggu, 07 Mei 2023

Lebaran Tak Hanya Milik Kita


Sabtu, 22 April 2023.

Lantunan suara takbir di esok hari mengalahkan suara kicauan burung yang selalu kudengar di setiap hariku. Lantunan itu menandakan tibanya hari raya Idul Fitri. Para kumpulan manusia sedang berbondong-bondong untuk melaksanakan ibadah salat id. Kami berjalan menuju lapangan dan menyapa orang sekitar sembari berpapasan dengan mereka. Para lelaki tampak berwibawa dengan baju kokonya. Sedang para wanita tampak anggun mengenakan gaun dan bersolek ala kadarnya. Ibuku terlihat cantik rupawan dengan tunik hijaunya. Tunik itu pemberian dari putra sulungnya. Ia pantas mengenakannya.

Selepas melaksanakan salat id bersama para jemaah muslim lainnya, kami pulang untuk melaksanakan tradisi sungkeman yang tidak pernah kami lewatkan dari tahun ke tahun. Aku menekuk lutut untuk menghadap kedua orang terkasihku. Ayah dan Ibu. Sembari meraih tangannya untuk kujabat, kepalaku merunduk. Dengan haru, aku meluapkan semua rasa penyesalan dan permohonan ampunku. Seketika air mata tak dapat kubendung, emosiku membuncah,  hanyut dalam suasana haru.

Pagi hari setelahnya, aku beranjak dari kasurku dan memandangi halaman belakang rumahku. Aku menghampiri ayahku yang kala itu sedang terduduk santai di gazebo dengan sebatang rokok di tangan kirinya. Semburan asap rokoknya menghiasi udara di sekelilingnya. Sedang secangkir kopi hitam yang ia tenggak dapat mengisi energinya untuk menyampaikan bahan obrolan denganku. Aku senang berbincang dengannya, selalu ada topik hangat yang dapat kami bahas.  Guliran tawa dan canda seakan mengalir begitu saja. Di saat yang bersamaan, Ibuku mempersiapkan berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk sanak saudara yang akan datang. Aku sedikit membantu.

Pagi itu, sinar mentari masih terasa damai, satu per satu mulai hadir, terutama saudari Ibu yang nonmuslim, sebut saja bude. Bude selalu menampakkan dirinya pada setiap pertemuan hari raya kami. Kami selalu menyambutnya dengan baik. Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha sudah menjadi miliknya sejak dahulu. Tangannya penuh dengan kejaiban, oalahan masakannya lezat, bumbunya meresap dengan sempurna. Kami selalu merasa terhipnotis, ketika menyicipi masakannya. Kepenatan hilang dirasa, ketika gelak tawa menghiasi seluruh sisi bangunan rumah. Mentari terik kala itu, beberapa di antara mereka memutuskan untuk pulang. 

Jarum jam berpusing dengan menelan sisa-sisa detik yang hari itu kita miliki. Masa itu kulalui dengan bersuka hati. Sayang, kami terpisah oleh tangguhnya durasi waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Lebaran Tak Hanya Milik Kita

Sabtu, 22 April 2023. Lantunan suara takbir di esok hari mengalahkan suara kicauan burung yang selalu kudengar di setiap hariku. Lantunan ...